WeCreativez WhatsApp Support
Selamat Datang Di Website Kami
Ada yang bisa CS kami bantu ?
Beranda » Uncategorized » SEJARAH KOTA UNESCO DI SUMATERA BARAT

 

Indonesia adalah negara di asia tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa, berada di  2 daratan benua Asia dan Australia serta diapit 2 samudera yaitu samudera pasifik dan hindia.

Kepulauan Indonesia juga menjadi wilayah perdagangan penting sejak abad ke 7, bahkan membuat negara negara eropa tertarik dan tergiur untuk menjajah. Mulai dari Negara portugis, Spanyol, Belanda, Prancis, Britania Raya yang terakhir Negara jepang dan bermaksud menguasai SDA(sumber daya alam) terutama batubara bahan bakar kereta api uap, kapal uap, dan beragam jenis industri membutuhkan pasokan batubara.

Permintaan batubara sangat tinggi termasuk di Belanda sehingga kerajaan belanda melancarkan berbagai ekspedisi untuk menyelidiki cadangan batubara di Indonesia.Pada tahun 1868 Belanda menemukan kandungan batubara di ombilin, Sawahlunto. Eksploitasi pun dilakukan dari skala kecil hingga besar di samping itu memberikan efek politik yang justru merugikan bangsa Indonesia.

Pada masa awal tambang batubara berproduksi sampai masa kemerdekaan, pekerja tambang oleh perusahaan dan narapidana atau orang penjajah belanda.Mereka didatangkan dari Jawa, Medan, Makasar dan dipaksa bekerja di sana dengan kaki yang dirantai agar mereka tidak melarikan diri dan para pekerja inipun disebut Orang Rantai. Karena orang Rantai menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan Tambang batubara Ombilin.

Orang orang rantai ini awalnya dipekerjaan oleh belanda sebagai tenaga paksa untuk pembangunan jaringan rel kereta api untuk mengangkut hasil tambang batubara dari sawahlunto ke Pelabuhan Teluk Bayur(sebelumnya bernama EmmaHaven) yang berada di Padang dan sekarang pertambangan Ombilin pun terpilih menjadi warisan dunia UNESCO.

Sekarang kota batubara ini berubah haluan yang dulu kota pertambangan menjadi kota wisata Sejarah. Tempat wisata yang disediakan dikota ini ada Gudang Ransum, Museum Kereta Api, Lubang Mbah Suro, dan Puncak Cemara. Daya tarik Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto adalah rangkaian kombinasi teknologi dalam suatu lanskap kota pertambangan yang dirancang untuk efisiensi sejak tahap ekstraksi batubara, pengolahan, dan transportasi, sebagaimana yang ditunjukkan dalam organisasi perusahaan, pembagian pekerja, sekolah pertambangan, dan penataan kota pertambangan yang dihuni oleh sekitar 7000 penduduk.

Penasaran dengan Kota UNESCO ini. Silahkan klik link ini Paket Wisata Padang-Sawahlunto Paket 5 Hari 4 Malam (5D4N) Sumatra Barat

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.